ETNIK MEDIA.ID, JAKARTA – Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-X yang digelar pada 27–29 September 2025 di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, sempat diwarnai kericuhan.
Dilansir dari Smol.Id, kericuhan terjadi saat pemilihan pimpinan sidang. Forum sempat memanas hingga muktamirin mengambil alih pimpinan sidang agar jalannya muktamar tetap kondusif. Setelah itu, agenda berlanjut ke penyampaian laporan pertanggungjawaban dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, M. Mardiono. Namun, Mardiono tidak hadir meski pimpinan sidang dua kali menskors sidang.
Ketidakhadiran Mardiono memicu kekecewaan. Forum pleno dari empat zonasi yakni Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur akhirnya sepakat menolak laporan dalam bentuk apa pun. Mereka menilai Mardiono gagal total memimpin PPP hingga kehilangan kursi di DPR/MPR dan ditinggalkan basis akar rumput. Dengan keputusan itu, Mardiono dinyatakan didemosionerkan secara tidak terhormat.
Baca Juga: Menteri Keuangan Bidik Produsen Rokok Ilegal Masuk Sistem Lewat APHT
Ditengah dinamika tersebut, Agus Suparmanto muncul sebagai figur yang mendapatkan dukungan solid. Dukungan mengalir dari 27 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta mayoritas DPC PPP di seluruh Indonesia.
Agus dinilai sebagai sosok yang tepat memimpin PPP di tengah keterpurukan. Selain memiliki pengalaman manajerial, ia juga dikenal dekat dengan kalangan pesantren. Kedekatan itu semakin kuat karena istrinya merupakan pengasuh pesantren di Bangkalan, Madura. Dukungan moral juga datang dari KH. Taj Yasin Maimoen, putra ulama karismatik KH. Maimoen Zubair, yang memperkuat legitimasi Agus di internal partai.
Dalam sambutannya, Agus menyatakan kesiapannya mengabdikan diri untuk membangkitkan kembali PPP. Ia menegaskan bahwa partai ini harus kembali ke jalur perjuangan dan merebut kembali kursinya di Senayan.
“Saya datang di saat partai terpuruk, dan saya siap mengabdikan diri untuk mengembalikan kejayaan PPP,” ujar Agus, Minggu 28 September 2025.
Baca Juga: PJS Gorontalo Ingatkan PWI: Pers Harus Independen, Bukan Alat Pembenaran
Peserta muktamar menilai, dengan kapasitas finansial, jaringan luas, serta dukungan dari para kiai, Agus Suparmanto hadir di waktu yang tepat. Harapannya, PPP bisa bangkit dan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan pada pemilu mendatang. Mantan Menteri Perdagangan itu didukung mayoritas peserta muktamar untuk menakhodai PPP setelah partai Islam tertua di Indonesia gagal menembus Senayan pada Pemilu 2024.
Sementara itu, pada Sabtu 27 September 2025, Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono menggelar Konferensi Pers terpisah dan mengklaim terpilih secara aklamasi sebagai pemenang pemilihan Ketua Umum PPP periode 2025-2030.
“Tadi telah diputuskan secara aklamasi. Dibelakang saya ini ada para Ketua DPW, kita ada 28 DPW, berikut dengan para ketua cabang dan sekretaris cabang, dan termasuk para pemegang hak kedaulatan, yaitu para muktamirin, itu hampir 80 persen, semuanya menyetujui untuk kita mengambil langkah-langkah cepat agar tidak terjadi keributan yang berkepanjangan” ungkap Mardiono kepada wartawan, seperti dikutip dari suara.com, Sabtu 27 September 2025.












