Example 728x250
BeritaDaerahHukumKriminalPeristiwa

Tanggapi Pemberitaan Terkait Dugaan PETI, Kapolsek Wonosari Minta Wartawan Temui Langsung untuk Beri Penjelasan Lebih

16
×

Tanggapi Pemberitaan Terkait Dugaan PETI, Kapolsek Wonosari Minta Wartawan Temui Langsung untuk Beri Penjelasan Lebih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)
Ilustrasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Kapolsek Wonosari, Julkifli Saeng memberikan respons atas pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang dikaitkan dengan keluar masuknya alat berat di wilayah Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari. Ia meminta agar wartawan datang langsung untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap dan akurat terkait informasi tersebut.

Sebelumnya, publik kembali menyoroti aktivitas alat berat yang diduga menuju kawasan yang selama ini disebut-sebut sebagai lokasi tambang ilegal. Warga mengaku kerap melihat sejumlah ekskavator melintas terutama pada malam hari, sehingga memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Sari Tani, Arlin Arifin Luneto, turut membenarkan adanya laporan alat berat yang keluar masuk wilayah tersebut. Menurut informasi yang ia terima, jumlah alat berat yang melintas bahkan bertambah dari sebelumnya empat unit menjadi lima unit.

“Belum saya tahu jelas. Cuma saya dapat info ada empat alat, terus terakhir ini ada lagi satu alat. Sebelumnya saya sudah sampaikan ke mereka tidak usah banyak ke sana, tapi tetap mereka ke sana,” ungkap Arlin.

Saat pemberitaan awal dikonfirmasi, Kapolsek Wonosari belum memberikan komentar lebih terkait informasi tersebut dan hanya menyampaikan melalui pesan whatsapp.

“Insya Allah nanti ketemu,” singkatnya kepada Etnik Media.Id, Sabtu 29 November 2025.

Namun setelah berita itu tayang, Julkifli memberikan pernyataan lanjutan. Ia menegaskan bahwa dirinya siap memberikan klarifikasi secara terbuka, namun meminta agar proses penyampaiannya dilakukan secara tatap muka.

“Terkait berita PETI di Wonosari, saya minta untuk pihak wartawan untuk ketemu langsung bicara sama saya. Supaya kita akan bahas bersama, saya akan berikan informasi yang saya tahu. Tapi saya tidak melayani via telepon, biar jelas,” bebernya, Selasa 2 Desember 2025.

Menurutnya, pembahasan persoalan pertambangan ilegal memerlukan penjelasan yang detail dan menyeluruh, sehingga komunikasi langsung menjadi langkah paling tepat untuk menghindari kesalahpahaman.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak kepolisian mengenai aktivitas alat berat di Saritani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *