ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Pemerintah Desa Bolihutuo menghadiri agenda peletakan batu pertama, pembangunan Mushola Wardatul Islah di Dusun I Alumbango, Desa Bolihutuo Kecamatan Botumoito, Kamis 30 April 2026.
Kehadiran Pemdes dalam agenda tersebut adalah bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan dan juga sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan fasilitas ibadah masyarakat secara berkelanjutan.
Kepada Etnik Media.Id, Kepala Desa Bolihutuo, Mirwan Hasan menyampaikan bahwa pembangunan mushola tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang keagamaan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas ibadah yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas keagamaan warga.
Dijelaskan Kades Mirwan, proses pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta para donatur lainnya. Prinsip kolaborasi dan gotong royong, menjadi pendekatan utama yang diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan hingga tahap penyelesaian.
“Pembangunan ini diharapkan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga partisipasi masyarakat dan donatur, menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran prosesnya,” beber Kades Mirwan.
Pemerintah desa, kata dia, pada prinsipnya sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya pembangunan Mushola yang diperuntukkan bagi kepentingan umum warga muslim di Desa Bolihutuo.
“Pada dasarnya pemerintah desa sangat mendukung kegiatan keagamaan, apalagi pembangunan Mushola yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Kami siap memfasilitasi hal-hal yang dapat menunjang proses pembangunan ini,” tambahnya.
Ditegaskan Kades Mirwan, bahwa Mushola tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di tingkat desa. Dengan demikian, keberadaannya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan nilai-nilai sosial dan religius masyarakat.
“Pemerintah Desa Bolihutuo, akan terus berupaya mendorong pembangunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan. Hal ini pun menjadi salah satu langkah konkret pemerintah desa dalam memperkuat infrastruktur keagamaan, sekaligus mencerminkan upaya menjaga nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.












