Example 728x250
BeritaDaerahPemda Boalemo

Bupati Boalemo Dorong Revitalisasi Budaya Sebagai Arah Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

42
×

Bupati Boalemo Dorong Revitalisasi Budaya Sebagai Arah Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau
Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau

ETNIK MEDIA.ID, BOALEMO – Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, menegaskan komitmennya untuk menjadikan pelestarian dan revitalisasi budaya lokal sebagai arah pembangunan daerah yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Hal itu disampaikan saat menghadiri agenda “Ekspresi Budaya Bajau dalam Bingkai NKRI – Boalemo Road to IPAC” yang dirangkaikan dengan kunjungan Menteri Kebudayaan RI serta peringatan Hari Jadi Kabupaten Boalemo ke-26 tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rum menuturkan bahwa keberagaman etnik di Boalemo merupakan kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Kabupaten Boalemo sendiri dikenal sebagai daerah yang dihuni oleh sembilan kelompok etnik, mulai dari Gorontalo, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, hingga Bajau dan Minahasa. Keberagaman ini, kata Bupati, bukan sekadar fakta sosial, melainkan kekuatan budaya yang memiliki nilai luhur dan menjadi perekat kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Pemda Boalemo Dorong Penguatan Ekonomi Umat Lewat Pembentukan Unit Pengumpul Zakat Desa

“Kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Boalemo merupakan warisan luhur yang tak ternilai. Sayangnya, di tengah arus modernisasi, nilai-nilai budaya ini mulai tergerus. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan revitalisasi agar tradisi dan kearifan lokal tetap hidup dan menjadi arah pembangunan daerah,” ujar Bupati Rum dalam sambutannya, Rabu 15 Oktober 2025.

Dirinya pun memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berperan aktif dalam pelestarian budaya, termasuk BPK Wilayah XVII Sulutgo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Boalemo yang terus konsisten melaksanakan kegiatan seni dan budaya di daerah.

Menurutnya, kegiatan seperti “Ekspresi Budaya Bajau” bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga wadah pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami makna budaya sebagai jati diri bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Baca Juga: Truk Pengangkut Pasir “Terbalik” di Jalur Mananggu, Polisi Imbau Sopir Waspadai Overload

Lebih lanjut, Bupati Rum menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo saat ini tengah merancang pembangunan taman budaya dan rumah adat yang merepresentasikan sembilan etnis di daerah tersebut. Pembangunan sarana ini diharapkan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus sarana edukasi dan wisata budaya.

“Kami berharap dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI untuk membantu merealisasikan pembangunan taman budaya ini sebagai pusat ekspresi dan pelestarian budaya daerah,” tambahnya.

Selain itu, dalam momentum tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo juga menyerahkan dokumen usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Dr. H. B. Yasin, tokoh sastra nasional asal Gorontalo yang dikenal luas sebagai salah satu pelopor sastra Indonesia modern. Langkah ini menjadi bentuk penghargaan Boalemo terhadap tokoh daerah yang telah mengharumkan nama bangsa.

Menutup sambutannya, Bupati Rum mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat mencintai budaya lokal sebagai wujud rasa syukur dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa.

“Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Jika nilai-nilai luhur ini kita rawat bersama, maka budaya akan menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan karakter masyarakat Boalemo,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional Indonesia serta menjadi bagian penting dalam perjalanan Boalemo menuju daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berpegang pada akar kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *