Example 728x250
BeritaDaerahPemda Boalemo

Desa Tapadaa Jadi Desa Percontohan Sekolah Lansia Pertama di Boalemo, Bukti Nyata Kepedulian pada Usia Senja

34
×

Desa Tapadaa Jadi Desa Percontohan Sekolah Lansia Pertama di Boalemo, Bukti Nyata Kepedulian pada Usia Senja

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan, Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tino Tandayu, Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo S.STP., M.M., Camat Botumoito, Jefri Kaluku, Kapolsek Botumoito, Iptu Maksensius Buluati saat menghadiri agenda Launching Sekolah Lansia Berkah Tapadaa, "SILABERTA" Kelompok Bina Keluarga Lansia Desa Tapadaa, Jumat 29 Agustus 2025. (Foto: Etnik Media.Id)
Dari kiri ke kanan, Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tino Tandayu, Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo S.STP., M.M., Camat Botumoito, Jefri Kaluku, Kapolsek Botumoito, Iptu Maksensius Buluati saat menghadiri agenda Launching Sekolah Lansia Berkah Tapadaa, "SILABERTA" Kelompok Bina Keluarga Lansia Desa Tapadaa, Jumat 29 Agustus 2025. (Foto: Etnik Media.Id)

ETNIK MEDIA.ID, BOALEMO – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo kembali mencatatkan capaian membanggakan. Melalui program Quick Wins pemerintah pusat, yakni Sidaya – Lansia Berdaya, Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, ditetapkan sebagai desa percontohan (piloting) Sekolah Lansia pertama di Kabupaten Boalemo.

Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo S.STP., M.M., menyampaikan apresiasinya atas launching Sekolah Lansia di desa Tapadaa tersebut.

“Alhamdulillah, Desa Tapadaa telah melaksanakan program sekolah lansia. Mereka tidak hanya menerima program, tetapi juga menginisiasi dan menangkap peluang dari program ini hingga layak menjadi desa piloting Sekolah Lansia. Kami sangat berterima kasih kepada Camat Botumoito bersama Forkopimcam, Kepala Desa dan jajaran serta PLKB yang aktif menggerakkan program ini, serta dukungan penuh pemerintah desa,” ungkap Kadis Agus kepada media, Jumat 29 Agustus 2025.

Baca Juga: Diduga Potensi Kerugian Negara Mencapai Miliaran, Akankah 25 Anggota DPRD Boalemo Terseret Perdis Fiktif ?

Lebih lanjut, Kadis Agus menambahkan bahwa Sekolah Lansia di Tapadaa akan melibatkan kerja sama lintas sektor. Mulai dari Puskesmas, KUA, Dinas Sosial, DPPKBP3A, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan beberapa OPD teknis lainnya akan ikut terlibat dalam mendukung kurikulum bersama bagi Sekolah Lansia. Dukungan itu menjadi modal penting dalam memastikan para lansia tetap berdaya dan produktif di usia senja.

“Kami telah menandatangani nota kesepahaman yang menandakan adanya kurikulum bersama, melibatkan berbagai pihak untuk menyukseskan program ini” beber Kadis Agus.

Disamping itu, lanjut dia, semangat dan inisiatif yang tinggi dari para lansia serta dukungan penuh dari pemerintah desa menjadikan Tapadaa layak menjadi desa piloting.

“Kami melihat kemauan para lansia untuk terus belajar dan berdaya di usia senja sangatlah besar, dan itu adalah modal utama keberhasilan program ini,” kata Kadis Agus.

Baca Juga: Sunaryo Abas Ingatkan, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Bisa Guncang Publik Jika Tidak Dituntaskan

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tino Tandayu, turut memberikan apresiasi kepada Boalemo, khususnya Desa Tapadaa.

“Saya bangga melihat perhatian besar daerah ini terhadap pendidikan, bahkan untuk para lansia. Mereka pun memiliki hak untuk tetap produktif, bukan hanya tinggal di rumah tanpa daya. Melalui Sekolah Lansia, mereka belajar, berkarya, bahkan akan mengikuti prosesi wisuda. Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pemberdayaan yang nyata bagi orang tua kita,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, BKKBN Provinsi Gorontalo juga telah menyiapkan fasilitas pendukung, mulai dari buku pembelajaran hingga permainan edukatif khusus untuk lansia, yang difasilitasi melalui program Bina Keluarga Lansia.

Dengan adanya Sekolah Lansia di Desa Tapadaa, Boalemo kembali menegaskan diri sebagai daerah yang peduli terhadap seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya generasi muda yang mendapat perhatian, tetapi juga para lansia yang tetap diberi ruang untuk berdaya, berkarya, dan berbahagia di usia senja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *