Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwaViral

Fenomena Langka! Hujan Es Guyur Pemukiman Warga Hampir Satu Jam

511
×

Fenomena Langka! Hujan Es Guyur Pemukiman Warga Hampir Satu Jam

Sebarkan artikel ini
Fenomena Alam
Fenomena Alam

ETNIK MEDIA.ID, LAMPUNG BARAT – Fenomena alam langka kembali menghebohkan masyarakat. Hujan es dengan butiran sebesar kelereng mengguyur pemukiman warga Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat selama hampir satu jam. Peristiwa ini membuat warga panik karena atap rumah terdengar gemuruh layaknya dihantam kerikil.

Hujan es terjadi sekitar pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Akibatnya, sejumlah atap rumah warga mengalami kebocoran. Tidak hanya itu, beberapa titik aliran listrik sempat padam setelah jaringan terganggu dihantam cuaca ekstrem. Petugas PLN bersama aparat desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

Baca Juga: Resmi Dilantik, LPM Sulut Teguhkan Mitra Pemerintah Dalam Menggerakkan Pemberdayaan Masyarakat

Seorang warga, Uyung, mengaku awalnya hujan turun dengan rintik biasa. Namun, tak lama suara keras terdengar di atap rumahnya.

“Lama kelamaan bunyinya makin keras seperti batu kerikil jatuh, ternyata hujan es. Kami semua keluar rumah karena penasaran,” ujar Uyung, Senin 29 September 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Raden Inten II Lampung Selatan, Nanang Buchori, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipicu oleh bertemunya sejumlah faktor cuaca ekstrem. Suhu permukaan laut yang hangat di perairan sekitar Lampung mempercepat pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini diperkuat oleh angin dari barat laut perairan Bengkulu yang mendorong terbentuknya awan petir.

Baca Juga: Gelar Minlok Lintas Program, Puskesmas Bongo Nol Teguhkan Komitmen Peningkatan Pelayanan Kesehatan

“Butiran es terbentuk di dalam awan cumulonimbus sebelum jatuh ke permukaan. Faktor kelembapan udara yang tinggi dan konvektif aktif di wilayah barat Indonesia semakin memperkuat fenomena ini,” ungkap Nanang.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari kedepan. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor, terutama kawasan perbukitan dan pegunungan, diimbau meningkatkan kewaspadaan.

“Fenomena ini menjadi alarm kewaspadaan kita semua. Jangan panik, tapi tetap hati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana,” tutup Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *