ETNIK MEDIA.ID, BOALEMO – Kepala UPTD Puskesmas Bongo Nol, Yusna Lamatowa, S.Tr., Keb., menegaskan pentingnya peran kualitas air dalam mendukung kesehatan balita, khususnya yang mengalami masalah gizi.
Hal itu disampaikannya usai kegiatan pengambilan sampel air minum dan air bersih yang dilaksanakan pada Selasa, 16 September 2025, di Dusun Rumbia dan Dusun Bintalahe, Desa Batu Keramat, Kecamatan Paguyaman.
“Kesehatan balita tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh kualitas air yang mereka konsumsi setiap hari. Air yang tidak memenuhi syarat kesehatan bisa menjadi pemicu masalah gizi, infeksi, hingga penyakit lainnya. Oleh sebab itu, kami melakukan pengambilan sampel air minum dan air bersih untuk memastikan kondisi lingkungan benar-benar mendukung pemulihan gizi anak-anak,” beber Kapus Yusna.
Menurutnya, pemeriksaan sampel air merupakan bagian dari langkah normatif yang selalu dilakukan pihak Puskesmas dalam penanganan kasus gizi bermasalah.
“Kami biasanya melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan fisik maupun kimia dalam air, seperti kejernihan, bau, rasa, maupun kemungkinan adanya cemaran bakteri. Dari hasil itu, kami bisa menentukan langkah tindak lanjut agar balita yang bermasalah gizi tidak semakin terbebani oleh faktor lingkungan,” tambahnya.
Dijelaskan Kapus Yusna, selain pengambilan sampel air, tim Puskesmas juga memberikan edukasi kepada keluarga balita tentang pentingnya merebus air hingga matang sebelum dikonsumsi, menjaga kebersihan wadah penyimpanan air, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah.

“Kami ingin memastikan bahwa penanganan balita bermasalah gizi tidak hanya fokus pada makanan tambahan atau intervensi gizi, tetapi juga pada faktor pendukung lain, termasuk kualitas air. Dengan langkah terpadu ini, kami berharap balita di Desa Batu Keramat bisa pulih dengan baik dan tumbuh sehat,” kata Kapus Yusna.












