Example 728x250
BeritaDaerah

Ketua BUMDes Pentadu Barat Klarifikasi Soal Mobil dan Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta

1
×

Ketua BUMDes Pentadu Barat Klarifikasi Soal Mobil dan Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta

Sebarkan artikel ini

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Ketua BUMDes Pentadu Barat, Anton Adjami, memberikan klarifikasi terkait sorotan warga mengenai aset mobil BUMDes serta realisasi anggaran ketahanan pangan sebesar Rp20 juta.

Dijelaskan Anton, mobil milik BUMDes sempat mengalami kerusakan pada tahun 2025. Beberapa waktu lalu kendaraan tersebut telah diperbaiki dan menjalani servis di bengkel. Namun setelah perbaikan awal, mobil kembali dibawa pulang karena masih ada pada bagian pintu yang perlu dilas serta sejumlah komponen lain yang harus dibenahi.

“Saat ini mobil kembali berada di bengkel untuk perbaikan lanjutan,” ujar Anton kepada Etnik Media.Id Kamis 12 Februari 2026.

Baca Juga: Warga Pentadu Barat Keluhkan Akses Mobil Bumdes Serta Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta

Ditegaskan Anton, biaya perbaikan mobil bumdes tersebut untuk sementara menggunakan dana pribadi karena belum memungkinkan menggunakan dana operasional BUMDes sebelum melalui mekanisme administrasi yang berlaku.

Terkait biaya operasional mobil, dirinya membenarkan bahwa setiap peminjaman dikenakan tarif Rp50 ribu per hari. Ia menyampaikan, uang tersebut diserahkan langsung kepada bendahara BUMDes, bukan kepada dirinya selaku ketua.

“Setiap transaksi dicatat dan dilengkapi tanda terima resmi yang dipegang oleh bendahara,” bebernya.

Baca Juga: Wabup Lahmudin Paparkan Kesiapan Lahan 113 Hektare untuk SMA Unggul Garuda di Hadapan Wamen Diktisaintek

Sementara itu, mengenai anggaran ketahanan pangan sebesar Rp20 juta yang disebut telah dicairkan pada 31 Desember 2025, Anton meluruskan bahwa dana tersebut awalnya direncanakan untuk pengadaan daging sapi, bukan sapi hidup.

Namun dalam pelaksanaannya, harga sapi di pasaran saat itu berkisar antara Rp8,5 juta hingga Rp9 juta per ekor dengan estimasi berat sekitar 55 kilogram. Jika dibeli dua ekor, total biaya dapat mencapai Rp17 juta hingga Rp18 juta, belum termasuk biaya pemotongan dan distribusi.

“Perhitungan tersebut dinilai tidak efektif dan tidak sesuai dengan anggaran yang tersedia. Karena itu, melalui rapat internal bersama pengawas, BPD, pendamping, serta pengelola BUMDes, diputuskan untuk menunda rencana pengadaan daging sapi,” jelas Anton.

Baca Juga: Melky Noho Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PK Golkar Botumoito Lewat Muscam ke-V

Diterangkan Anton, sementara waktu dana tersebut disimpan. Setelah pada 10 Januari 2026 persoalan terkait program pengolahan bagan terselesaikan, anggaran kemudian dialihkan ke program pengolahan bagan sesuai Rencana Penggunaan Dana (RPD) dan proposal awal yang telah diajukan ke Pemerintah Desa Pentadu Barat.

Pengalihan tersebut, lanjutnya lagi, telah melalui rapat internal dan tetap mengacu pada dokumen perencanaan resmi. Ia juga memastikan tidak seluruh dana Rp20 juta telah digunakan dan masih terdapat sisa anggaran yang tercatat dalam pembukuan BUMDes.

Menanggapi warga yang mempertanyakan realisasi anggaran tersebut, Anton menyebut yang bersangkutan tidak hadir dalam rapat saat perubahan keputusan dilakukan sehingga tidak mengetahui adanya pengalihan program.

“Soal rincian jumlah sisa anggaran, itu merupakan ranah internal pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun saya memastikan dana tersebut masih tercatat dalam anggaran BUMDes,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *