ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Boalemo menggenjot penanaman padi gogo melalui kolaborasi bersama DPC GMNI Kabupaten Boalemo dan lima Karang Taruna se-Kecamatan Botumoito.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) Februari 2026 yang mencapai 1.089 hektar.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo, Andi Faisal Hurudji, saat turun langsung melakukan penanaman padi gogo di Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Sabtu 14 Februari 2026.
Baca Juga: Ketua BUMDes Pentadu Barat Klarifikasi Soal Mobil dan Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta
“Pengembangan padi gogo difokuskan di wilayah Botumoito, Mananggu, dan Dulupi. Di Kecamatan Botumoito sendiri, potensi lahan sawah mencapai 25 hektar, namun baru sekitar 15 hektar yang terkelola optimal,” ungkap Kadis Faisal Kepada Etnik Media.Id, Sabtu 14 Februari 2026.
Dijelaskan Kadis Faisal, pihaknya melakukan pengawalan menyeluruh, mulai dari CPCL (Calon Petani Calon Lokasi), proses tanam hingga panen.
“Kami tidak hanya fokus pada capaian LTT. Produktivitas juga menjadi perhatian utama agar hasil panen benar-benar optimal,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah kendala di lapangan masih dihadapi, antara lain minimnya saluran pembuangan air di bekas sawah yang beralih fungsi menjadi lahan jagung serta keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Tak hanya itu, Kadis Faisal menegaskan, komitmen pendampingan akan terus diperkuat.
“Tugas kami bersama penyuluh tidak berhenti di penanaman, tetapi memastikan hasil panen optimal dan mendukung ketersediaan pangan daerah,” ungkap Kadis Faisal.
Baca Juga: Warga Pentadu Barat Keluhkan Akses Mobil Bumdes Serta Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Boalemo, Eni Masruroh, menyampaikan bahwa mulai 1 Januari 2026 seluruh penyuluh pertanian telah dialihkan menjadi pegawai pusat, namun tetap ditempatkan di daerah untuk mengawal program strategis nasional, khususnya pencapaian LTT padi dan jagung.
Eni menjelaskan, pada Januari 2026 target LTT Boalemo sebesar 120 hektar dari total target Provinsi Gorontalo 734 hektar. Hingga akhir Januari, realisasi telah mencapai 117,5 hektar atau menyisakan 2,5 hektar dari target.
“Memasuki Februari, target meningkat signifikan menjadi 1.089 hektar yang akan didistribusikan ke seluruh kecamatan, baik pada lahan sawah maupun lahan kering melalui pengembangan padi gogo,” beber Eni.
Target ini, lanjut Eni, akan didistribusikan habis ke semua kecamatan.
“Kita optimalkan lahan basah dan lahan kering. Tidak boleh ada potensi yang tidak dimanfaatkan,” ungkap Eni.
Untuk mengantisipasi keterlambatan bantuan benih APBN yang diperkirakan cair pada April 2026, penyuluh menginisiasi penggunaan benih swadaya dari hasil panen padi gogo di Desa Saritani.
Dijelaskan Eni, produksi jagung Boalemo tetap menunjukkan capaian positif. Realisasi produksi mencapai 305.000 ton, melampaui target provinsi sebesar 300.000 ton.
Selain itu, Boalemo juga memperoleh alokasi benih jagung untuk 4.000 hektar dari total 10.000 hektar jatah Provinsi Gorontalo pada musim tanam April 2026.
Ditempat yang sama, Ketua DPC GMNI Kabupaten Boalemo, Sahril Tialo menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan “Marhaen Bertani” yang diwujudkan dalam bentuk penanaman padi gogo, yang berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo, merupakan wujud nyata implementasi ideologi perjuangan Marhaenisme di tengah masyarakat.
“Kegiatan Marhaen Bertani ini membuktikan bahwa ideologi perjuangan, yakni Marhaenisme, harus benar-benar diterapkan hingga ke akar rumput atau lapisan masyarakat. Marhaenisme adalah ideologi perjuangan yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai tanggung jawab utama kami,” kata Sahril.
Karena itu, lanjut Sahril, kegiatan ini menjadi tanda dan bukti komitmen GMNI dalam menjalankan gerakan kerakyatan ke depan.












