ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Kolaborasi antara karang taruna lintas desa dan pemerintah kecamatan mewarnai pelaksanaan pawai takbiran keliling di Kecamatan Botumoito, yang diikuti ratusan pemuda dari sembilan desa.
Kegiatan tersebut melibatkan Karang Taruna Desa Bolihutuo, Desa Tapadaa, Desa Hutamonu, Desa Dulangeya, Desa Rumbia, Desa Botumoito, Desa Tutulo, Desa Patoameme, dan Desa Potanga. Dengan dukungan puluhan kendaraan masyarakat yang terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat, pawai berlangsung meriah melalui iring-iringan yang memutar lantunan takbir di sepanjang rute.
Inisiatif kegiatan digagas oleh Kepala Desa Bolihutuo, Mirwan Hasan, yang bekerja sama dengan para ketua karang taruna se-Kecamatan Botumoito. Kolaborasi ini menjadi titik temu antara inisiatif pemuda dan dukungan pemerintah dalam menghidupkan syiar keagamaan di ruang publik.
Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Camat Botumoito, bergerak menuju Pasar Jumat di Desa Tutulo, melintasi jalan depan Polsek Botumoito, dan berakhir di Kantor Desa Bolihutuo. Sepanjang jalur, masyarakat terlihat antusias menyambut iring-iringan peserta.
Kepala Desa Bolihutuo, Mirwan Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk konsolidasi pemuda lintas desa.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemuda mampu menjadi penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat. Kami ingin menjaga tradisi takbiran sekaligus memperkuat kebersamaan antar desa,” ujar Kades Mirwan, Jumat 20 Maret 2026.
Kades Mirwan juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana yang akan terus dikembangkan ke depan agar lebih semarak dan terorganisir.
“Ini baru langkah awal. Ke depan, kami akan memaksimalkan pelaksanaan pawai takbiran dengan konsep yang lebih besar, termasuk menghadirkan kendaraan skala besar seperti tronton dan dukungan sound system yang lebih meriah. Kami juga akan mengintensifkan koordinasi dengan seluruh karang taruna se-Kecamatan Botumoito agar agenda ini bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Botumoito, Nurhalim Iyabu, menilai sinergi antara karang taruna dan pemerintah kecamatan menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan berdampak sosial.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kemitraan yang baik. Pemuda diberi ruang berkreasi, sementara pemerintah hadir memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Camat Nurhalim.
Ditambahkan Camat Halim, secara kelembagaan, karang taruna memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial di tingkat desa.
“Karang taruna bukan hanya pelaksana kegiatan seremonial, tetapi merupakan mitra pemerintah dalam pembinaan generasi muda. Diharapkan organisasi ini terus aktif, produktif, dan mampu menjadi wadah pengembangan potensi pemuda di masing-masing desa,” bebernya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Babinsa Koramil Botumoito, unsur Polsek Botumoito, Ketua BPD Desa Patoameme, Kasie Kesra Kantor Camat Botumoito, serta masyarakat Desa Bolihutuo yang ikut berpartisipasi.
Dari sisi pelaksanaan, pengamanan oleh aparat menjadi perhatian utama mengingat pawai melibatkan kendaraan dalam jumlah besar. Namun secara umum, kegiatan berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.
Pawai takbiran keliling ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi menyambut Idul Fitri, tetapi juga mencerminkan model kolaborasi yang efektif antara pemuda dan pemerintah di tingkat kecamatan. Sinergi ini dinilai penting untuk terus dijaga sebagai fondasi penguatan sosial dan partisipasi generasi muda di Botumoito.












