ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan di wilayahnya mendorong seorang pemuda Desa Rumbia, Yuspan Bempa, untuk turun langsung mengawal pemerintah desa. Ia bahkan mendampingi Penjabat Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rumbia guna memastikan informasi terkait adanya aktivitas alat berat yang diduga beroperasi di wilayah Desa Rumbia, Kecamatan Botumoito.
Yuspan mengungkapkan bahwa langkahnya ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi hutan dan alur air di sekitar wilayah tersebut.
Menurutnya, kabar mengenai keluar-masuknya alat berat ke kawasan hutan telah menimbulkan kegelisahan masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan.
Baca Juga: Ketua Terpilih DPD PAN Boalemo Targetkan Tiga hingga Lima Kursi pada Pemilu 2031
“Kami khawatir lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat bisa terdampak. Karena itu saya ikut mendampingi Penjabat Kepala Desa dan BPD untuk mengecek dan memastikan langsung,” ujar Yuspan, Senin 1 Desember 2025.
Dalam kunjungan ke Kantor Desa Saritani, Yuspan bersama pemerintah desa meminta penjelasan terkait batas wilayah serta informasi yang berkembang di masyarakat. Langkah ini dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman yang bisa memicu keresahan warga Rumbia.
Dirinya menjelaskan bahwa akses menuju titik yang menjadi perbincangan publik dikenal sangat sulit ditembus. Medan berat dan jarak tempuh yang ekstrem semakin memperkuat keyakinan Yuspan bahwa segala bentuk aktivitas di wilayah tersebut perlu diawasi secara serius.
Baca Juga: Bupati Rum Minta Kepala Desa Fokus Tuntaskan PBB Tanpa Memberatkan Warga
“Akses ke lokasi itu memang sangat berat. Justru itu yang membuat kami ingin tahu sejauh mana informasi yang beredar,” tambahnya.
Yuspan menegaskan bahwa keterlibatannya mendampingi pemerintah desa merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan warga. Dirinya berharap pihak terkait dapat mengambil langkah cepat untuk memastikan tidak ada kegiatan yang berpotensi merusak ekosistem hutan maupun jalur air yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat.
“Kami hanya ingin menjaga lingkungan tetap aman. Pemerintah dan aparat tentu kami harapkan bisa memberi kepastian agar tidak terjadi keresahan,” tegasnya.












