Example 728x250
BeritaDaerahDPRD Provinsi Gorontalo

Tutup Festival Ketupat Tapadaa, Anas Tekankan Peran Karang Taruna dan Pariwisata Lokal

2
×

Tutup Festival Ketupat Tapadaa, Anas Tekankan Peran Karang Taruna dan Pariwisata Lokal

Sebarkan artikel ini

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ir. H. Anas Jusuf, M.Si., secara resmi menutup rangkaian Festival Semarak Ketupat dan Hiburan Rakyat tahun 2026 di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, dengan menekankan pentingnya peran Karang Taruna dan pengembangan pariwisata lokal sebagai penggerak pembangunan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anas Jusuf mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Aleg Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua DPW PAN ini menilai kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, serta masyarakat, meskipun dilaksanakan di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran yang terjadi secara luas, Desa Tapadaa mampu menghadirkan kegiatan berskala besar dengan melibatkan ribuan masyarakat. Ini menunjukkan adanya semangat gotong royong dan kepemimpinan yang kuat di tingkat desa,” ujar Anas, Sabtu 28 Maret 2026.

Baca Juga: Camat Botumoito Apresiasi Inisiatif Desa Tapadaa Gelar Festival Ketupat di Tengah Efisiensi Anggaran

Anas juga memberikan apresiasi kepada unsur pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian yang dinilai konsisten hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, serta aktif menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Botumoito.

“Kami melihat bagaimana aparat kepolisian selalu hadir, bahkan hingga ke desa-desa yang memiliki potensi gangguan keamanan. Ini menjadi jaminan penting sehingga kegiatan berjalan aman dan kondusif,” beber Anas.

Organisasi Karang Taruna, kata Anas, memiliki posisi strategis sebagai wadah pengembangan generasi muda. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut harus terus didorong agar menjadi ruang produktif bagi pemuda, sekaligus tetap menjaga independensi dari kepentingan politik praktis.

Baca Juga: Dibawah Kepemimpinan Risden Pakaya, Pemdes Tapadaa Sukses Satukan Warga Lewat Festival Ketupat 2026

“Karang Taruna harus menjadi organisasi yang mandiri dan bebas dari intervensi politik. Jika ini dijaga, maka mereka akan tumbuh menjadi kekuatan sosial yang besar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tegas Anas.

Disampaikan Anas, di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Botumoito, Karang Taruna telah mulai mengembangkan kegiatan produktif, termasuk usaha mikro berbasis potensi lokal. Hal ini dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda.

Selain itu, Anas menyoroti pentingnya Festival Semarak Ketupat sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata lokal. Sebab kegiatan berbasis budaya memiliki potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan serta memperkenalkan identitas daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Pariwisata merupakan sektor yang tetap bergerak meskipun dalam kondisi efisiensi. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan karena menjadi bagian dari promosi daerah,” ungkap Anas.

Dirinya pun mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal, termasuk dalam upaya pengembangan destinasi wisata yang tetap mempertahankan nama dan karakter daerah sebagai bagian dari strategi branding.

Menutup sambutannya, Anas Jusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah desa, Karang Taruna, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap Festival Semarak Ketupat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan yang mampu mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *