ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Camat Botumoito, Nurhalim Iyabu, S.Ap., memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Desa Tapadaa dan Karang Taruna yang tetap mampu menyelenggarakan Festival Semarak Ketupat dan Hiburan Rakyat tahun 2026, meski di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Dalam sambutannya, Camat Nurhalim menegaskan bahwa situasi efisiensi anggaran bukan hanya dirasakan di tingkat daerah, tetapi merupakan kebijakan yang berdampak secara nasional. Namun demikian, Desa Tapadaa dinilai mampu menunjukkan inisiatif dan kreativitas dengan tetap menghadirkan kegiatan berskala besar yang melibatkan partisipasi masyarakat.
“Di tengah kondisi efisiensi seperti saat ini, Desa Tapadaa justru mampu melaksanakan kegiatan yang cukup besar. Ini patut diapresiasi, karena tidak semua desa mampu melakukan hal yang sama,” ujar Camat yang akrab dipanggil Halim ini, Sabtu 28 Maret 2026.
Baca Juga: Dibawah Kepemimpinan Risden Pakaya, Pemdes Tapadaa Sukses Satukan Warga Lewat Festival Ketupat 2026
Dijelaskan Camat Halim, di wilayah Kecamatan Botumoito, Desa Tapadaa menjadi satu-satunya desa yang menggelar kegiatan festival dengan skala dan keterlibatan masyarakat yang luas pada momentum tersebut. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya kepemimpinan yang kuat serta dukungan kolektif dari masyarakat, khususnya warga pesisir.
Camat Halim juga menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna yang ada di Kecamatan Botumoito yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dirinya menilai, pemuda memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di tingkat desa.
“Karang Taruna ini adalah motor penggerak. Mereka harus terus didorong dan diberi ruang untuk berkembang, karena dari merekalah kegiatan-kegiatan seperti ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Baca Juga: Karang Taruna Tapadaa Tampil sebagai Motor Penggerak Suksesnya Festival Semarak Ketupat 2026
Disampaikan Camat Halim, sebelumnya telah terjalin komunikasi dan silaturahmi antara Karang Taruna dari sejumlah desa dengan pihak kecamatan. Hal tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam membangun konsolidasi pemuda di tingkat kecamatan.
Kedepan, kata Camat Halim, pihaknya akan mendorong seluruh Karang Taruna di Kecamatan Botumoito, untuk bersatu dan memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami berharap ke depan ada upaya bersama untuk menyatukan Karang Taruna se-Kecamatan Botumoito, sehingga mampu menjadi kekuatan sosial yang lebih besar dalam mendukung pembangunan desa,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Camat Botumoito berharap kegiatan Festival Semarak Ketupat di Desa Tapadaa tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga dapat terus ditingkatkan kualitas dan skalanya di masa mendatang.
Festival Semarak Ketupat 2026 di Desa Tapadaa menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat tetap dapat berjalan efektif, bahkan di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial di wilayah Kecamatan Botumoito.












