Example 728x250
BeritaDaerah

Perpustakaan Desa Tapadaa Raih Juara II Tingkat Kabupaten, Aktivitas Literasi Terus Dikembangkan

1
×

Perpustakaan Desa Tapadaa Raih Juara II Tingkat Kabupaten, Aktivitas Literasi Terus Dikembangkan

Sebarkan artikel ini

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Perpustakaan Desa Tapadaa yang berdiri sejak tahun 2012 menunjukkan eksistensinya sebagai pusat literasi masyarakat.

Info terbaru, perpustakaan ini berhasil meraih Juara II dalam lomba Perpustakaan Desa Terbaik tingkat Kabupaten Boalemo, yang menjadi indikator adanya upaya pembenahan dan pengembangan layanan di tingkat desa.

Perpustakaan Desa Tapadaa memiliki koleksi lebih dari 1.000 buku, terdiri dari berbagai jenis bacaan, baik fiksi maupun nonfiksi. Koleksi tersebut mencakup buku-buku edukatif seperti hukum, pertanian, dan peternakan, buku dongeng untuk anak-anak, aneka merangkai bunga, origami serta buku lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang baca yang cukup nyaman, serta meja baca untuk orang dewasa dan anak-anak.

Dalam perkembangannya, perpustakaan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat. Sejumlah program yang telah dilaksanakan antara lain pembagian bibit unggul gratis, layanan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta latihan tari bagi anak-anak dan remaja.

Kepada Etnikmedia.Id, Pengelola perpustakaan, Haris Musa, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan saat ini masih dilakukan secara manual. Meski demikian, pihaknya telah beberapa kali mengikuti sosialisasi terkait pemanfaatan perpustakaan digital seperti aplikasi iPusnas.

“Pengunjung rata-rata masih berkisar 10 sampai 15 orang per bulan. Namun, anak-anak sekolah cukup sering datang untuk membaca maupun mengikuti kegiatan,” ujar Haris, Rabu 13 Mei 2026.

Dijelaskan Haris, dari sisi sumber daya manusia, perpustakaan saat ini hanya memiliki satu orang pengelola yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK), serta dibantu oleh dua relawan.

Disinggung perihal kendala yang dialami pengelola, Haris menuturkan bahwa kendala utama yang dihadapi terletak pada keterbatasan bangunan.

Menurutnya, saat ini perpustakaan masih menempati ruang yang menyatu dengan aula Kantor Desa Tapadaa, sehingga ruang layanan belum optimal.

“Ke depan, kami pengelola berharap aktivitas perpustakaan tidak hanya meningkat saat momentum lomba, tetapi menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Peningkatan minat baca dinilai penting untuk mendorong kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda dan anak-anak di Desa Tapadaa,” beber Haris.

Dari sisi kelembagaan, kata Haris, perpustakaan telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan SDN 04 Tapadaa, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Desa.

“Dukungan Pemerintah Desa Tapadaa tentunya sangat luar Biasa, dari menyediakan fasilitas, memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan yang dilaksanakan di Perpustakaan Tapadaa. Ungkapan terimakasih tak terhingga kepada bapak Kepala Desa, Risden Pakaya, beserta seluruh pemerintah desa yang sudah turut turun membantu mengembangkan perpustakaan desa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *