ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Abdul Ziad Naki, S.H., menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan mendampingi seorang warga yang mengaku mengalami dugaan penarikan paksa kendaraan oleh pihak yang diduga merupakan debt collector.
Kehadirannya di tengah persoalan tersebut merupakan bentuk dukungan moral sekaligus memastikan penyelesaian persoalan dilakukan melalui jalur yang mengedepankan hukum dan musyawarah.
“Ketika masyarakat menghadapi persoalan, hal pertama yang harus diutamakan adalah memastikan hak-haknya tetap terlindungi. Semua pihak memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” ujar Abdul Ziad Naki, Minggu 5 Juli 2026.
Pria yang akrab disapa Ziad ini menilai bahwa setiap sengketa, termasuk yang berkaitan dengan pembiayaan kendaraan, sebaiknya diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku tanpa mengesampingkan prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak setiap warga.
“Kalau memang ada kewajiban yang harus diselesaikan, tentu ada mekanisme yang mengaturnya. Yang terpenting, setiap proses harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan yang berlaku,” beber Ziad.
Menurut Ziad, masyarakat sering kali berada pada posisi yang membutuhkan pendampingan, terutama ketika berhadapan dengan persoalan hukum maupun administrasi. Karena itu, dirinya berpandangan bahwa kehadiran orang-orang yang mampu memberikan pemahaman dan ketenangan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Sering kali masyarakat hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengar, mendampingi, dan membantu menjelaskan hak serta kewajibannya. Pendampingan seperti itu penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ungkap Ziad.
Ziad pun mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan. Sebab, penyelesaian yang mengutamakan dialog akan lebih mampu menjaga hubungan baik antarsesama dibandingkan tindakan yang berpotensi memicu perselisihan.
“Semua persoalan pada dasarnya dapat dibicarakan dengan baik apabila masing-masing pihak mengedepankan itikad baik dan menghormati aturan yang berlaku,” ucapnya.
Sikap Abdul Ziad mendapat perhatian dari sejumlah warga yang menilai kehadirannya mencerminkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Di tengah berbagai dinamika sosial, figur yang bersedia turun langsung mendengar keluhan warga dinilai memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Bagi sebagian warga, kepedulian tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga dari kesediaan hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan. Kehadiran di lapangan dianggap menjadi wujud nyata bahwa persoalan warga merupakan bagian dari kepedulian bersama.
Belakangan, nama Abdul Ziad Naki turut disebut sebagai salah satu figur yang digadang-gadang akan meramaikan kontestasi pemilihan Kepala Desa Botumoito. Terlepas dari dinamika politik desa yang mulai berkembang, langkahnya mendampingi warga dalam menghadapi persoalan dinilai menjadi cerminan kepedulian sosial yang selama ini ia tunjukkan di tengah masyarakat.
Meski demikian, penyelesaian atas dugaan penarikan paksa kendaraan tersebut diharapkan tetap berlangsung sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga seluruh pihak memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan. Ziad pun berharap setiap persoalan yang menyangkut hak-hak masyarakat dapat diselesaikan melalui mekanisme yang mengedepankan hukum, dialog, dan penghormatan terhadap hak setiap pihak.












