ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di tingkat desa didorong melalui keterlibatan masyarakat. Salah satunya melalui agenda sosialisasi dan pencanangan Desa Siaga TBC di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Bongo Nol di bawah kepemimpinan Bdn. Sri Utami Sumarji, S.St.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya TBC, sekaligus mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa, kader kesehatan, dan warga dalam upaya memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Menurut Kepala UPTD Puskesmas Bongo, Bdn. Sri Utami Sumarji, S.ST., pencanangan Desa Siaga TBC diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang menitikberatkan pada edukasi kesehatan, deteksi dini, pendampingan pasien, serta kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas.
Sebab TBC, lanjut Kapus Sri, merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru dan dapat menyebar melalui udara. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta berkurangnya nafsu makan.
“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali gejala sejak dini dan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami tanda-tanda yang mengarah pada TBC,” ungkap Kapus Sri, Rabu, 6 Mei 2026.
Dijelaskan Kapus Sri, keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada pelayanan medis. Dukungan lingkungan sosial juga diperlukan agar penderita memperoleh pendampingan selama menjalani pengobatan, tanpa menghadapi stigma maupun diskriminasi.
“Karena itu, keterlibatan masyarakat Desa Saripi menjadi unsur penting dalam membangun lingkungan yang lebih tanggap terhadap TBC. Peran kader kesehatan, edukasi secara berkala, penemuan warga yang bergejala, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara berkesinambungan,” beber Kapus Sri.
Di bawah koordinasi UPTD Puskesmas Bongo Nol, pencanangan Desa Siaga TBC ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas tenaga kesehatan.
Dengan penguatan peran masyarakat dan dukungan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, Desa Saripi diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi TBC serta berkontribusi terhadap upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Boalemo yang lebih sehat.












