Example 728x250
BeritaDaerahPemda BoalemoPeristiwa

Pemdes dan BPD Botumoito Sepakati Prioritas RKPDes 2027, Insentif Pemangku Adat hingga Guru Ngaji Turut Jadi Perhatian

×

Pemdes dan BPD Botumoito Sepakati Prioritas RKPDes 2027, Insentif Pemangku Adat hingga Guru Ngaji Turut Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Pemerintah Desa Botumoito bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mulai mematangkan arah pembangunan desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) Pembahasan dan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.

Dalam agenda tersebut, Penjabat Kepala Desa Botumoito, Sandra Potutu, S.Sos., menyampaikan bahwa sebelum Musdes dilaksanakan, Pemerintah Desa bersama BPD dan masyarakat terlebih dahulu telah menggelar musyawarah untuk membahas serta melakukan perangkingan terhadap sejumlah usulan program yang akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2027.

Dijelaskan Kades Sandra, pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan program yang dimasukkan dalam RKPDes benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan pemerintah desa dalam merealisasikannya.

“Alhamdulillah, kami bersama BPD dan masyarakat sudah menyepakati apa saja yang menjadi prioritas program untuk dimasukkan dalam RKPDes Tahun 2027,” ungkap Kades Sandra.

Menurutnya, sebagaimana penyampaian Sekretaris Desa Botumoito, Rokiah, dalam pemaparan program prioritas, sejumlah kegiatan yang direncanakan meliputi peningkatan jalan usaha tani, pengadaan lampu jalan, pembangunan plat duiker, serta pembuatan sumur bor.

Program-program tersebut, lanjut Kades Sandra, menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama berkaitan dengan peningkatan aksesibilitas, penerangan lingkungan, infrastruktur pendukung aktivitas warga, serta ketersediaan sumber air.

Tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Botumoito bersama BPD juga memberikan perhatian terhadap keberadaan unsur sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Salah satu kesepakatan yang turut dibahas adalah mengupayakan pengembalian besaran gaji atau insentif seperti semula bagi sejumlah unsur masyarakat yang sebelumnya mengalami pemotongan pada tahun-tahun sebelumnya.

Unsur yang dimaksud meliputi pemangku adat, kelompok Dasawisma, serta guru ngaji.

Kades Sandra berharap, berbagai program dan kesepakatan yang telah dibahas bersama tersebut dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.

“Insya Allah, apa yang kita bahas dan sepakati pada hari ini bisa terwujud pada tahun 2027. Karena itu, kami meminta dukungan seluruh masyarakat agar pemerintah desa bersama BPD dapat terus memperjuangkan dan mengakomodasi aspirasi masyarakat Desa Botumoito,” tuturnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya dukungan dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan desa. Sebab, keberhasilan pelaksanaan RKPDes tidak hanya bergantung pada pemerintah desa dan BPD, tetapi juga membutuhkan partisipasi serta pengawasan masyarakat.