Example 728x250
AdvertorialBeritaDaerahKesehatan

UPTD Puskesmas Bongo Nol Bekali Kader Posyandu, Perkuat PMT Berbahan Lokal

×

UPTD Puskesmas Bongo Nol Bekali Kader Posyandu, Perkuat PMT Berbahan Lokal

Sebarkan artikel ini

ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak didorong melalui penguatan kapasitas kader Posyandu. Kali ini, UPTD Puskesmas Bongo Nol melaksanakan agenda pembekalan kader Posyandu dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi balita dan ibu hamil.

Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Bongo, Bdn. Sri Utami Sumarji, S.ST., pembekalan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendorong pelayanan Posyandu yang tidak hanya berfokus pada penimbangan dan pemantauan pertumbuhan, tetapi turut memperkuat edukasi gizi serta pendampingan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita dan ibu hamil.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena dapat menyesuaikan kebutuhan gizi dengan potensi pangan yang tersedia di daerah. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kecukupan zat gizi, keamanan pangan, kebersihan pengolahan, kesesuaian tekstur makanan, serta kebutuhan masing-masing kelompok sasaran,” ungkap Kapus Sri, Sabtu 9 Mei 2026.

Dijelaskan Kapus Sri, bagi balita, pemberian makanan tambahan perlu mendukung pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia, sedangkan bagi ibu hamil, pemenuhan gizi berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan janin. Oleh karena itu, PMT tidak semestinya dipahami hanya sebagai pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya perbaikan gizi yang disertai edukasi dan pemantauan.

“Dalam pelaksanaannya, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan keluarga di masyarakat. Kader diharapkan mampu membantu menyampaikan edukasi tentang pola makan bergizi, mendorong kehadiran sasaran di Posyandu, serta mendukung pemantauan pertumbuhan balita dan kondisi kesehatan ibu hamil sesuai arahan tenaga kesehatan,” beber Kapus Sri.

Menurutnya, pembekalan ini pun menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai pentingnya ketepatan sasaran, pencatatan pelaksanaan PMT, serta pemantauan perkembangan penerima manfaat. Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata, bukan sekadar memenuhi agenda pelayanan rutin.

“Melalui penguatan kapasitas kader ini, kami berharap bisa mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan masalah gizi sejak dini. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan keluarga menjadi faktor penting agar intervensi gizi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkas Kapus Sri.