ETNIKMEDIA.ID, BOALEMO – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bongo Nol menggencarkan pelaksanaan imunisasi kejar pada bulan Oktober 2026, sebagai upaya memastikan bayi dan baduta (bayi dibawah dua tahun) yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal tetap memperoleh perlindungan melalui layanan imunisasi.
Program tersebut menjadi bagian dari pelayanan imunisasi rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Khusus pada bulan Oktober, perhatian diarahkan pada bayi dan baduta yang mengalami keterlambatan pemberian imunisasi, terutama imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus).
Kepada Etnik Media.Id, Kepala UPTD Puskesmas Bongo Nol, Bdn. Sri Utami Sumarji, S.St., menyampaikan bahwa melalui pelaksanaan kegiatan tersebut pihaknya mendorong agar anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai usia tidak kehilangan kesempatan memperoleh imunisasi.
“Sasaran imunisasi kejar mencakup bayi usia 0–11 bulan dan baduta usia 12–24 bulan yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Anak yang mengalami keterlambatan tetap menjadi sasaran pelayanan untuk mengejar imunisasi yang belum diperoleh sesuai ketentuan,” beber Kapus Sri, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Dijelaskan Kapus Sri, dalam pelaksanaan imunisasi, salah satu perhatian diberikan kepada sasaran zero dose usia 0–11 bulan, termasuk bayi yang belum memperoleh imunisasi DPT. Pemberian imunisasi dilakukan dengan memperhatikan usia anak serta interval pemberian dosis sesuai ketentuan imunisasi.
“Adapun pesan utama dalam kegiatan ini dirangkum melalui prinsip Imunisasi tepat usia, kejar sebelum 1 tahun, tuntas sebelum 2 tahun. Prinsip ini menjadi pengingat bagi orang tua agar memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal dan segera melakukan imunisasi kejar apabila terdapat dosis yang terlewat,” ungkap Kapus Sri.
Melalui imunisasi kejar, lanjutnya lagi, UPTD Puskesmas Bongo Nol berupaya menjangkau anak-anak yang mengalami keterlambatan imunisasi sehingga cakupan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat terus ditingkatkan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan yang mendekatkan akses imunisasi kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki bayi dan baduta yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai usianya.












